Mimpilah yang Indah wahai Mutiara Ceriaku
Akan ku sebut namamu dalam setiap munajatku
Namamu telah terukir abadi dalam relung hati
Ia kokoh bagaikan karang di tepian pantai
Tak tergoyahkan meski badai menerjang
Kuyakin rasa ini tak kan sampai jika Sang Maha Pemberi Rasa tak dihiraukan
Kuyakin kamu lah bidadari yang dijanjikan itu
Izinkan aku menjadi sosok yang setia nan penyayang
Bak seorang Pangeran dalam hikayat cinta
Sekali lagi, Mimpi yang Indah wahai Mutiara Ceriaku
Gontor, 10/04/2018
