Selasa, 15 November 2016

Filosofi Air

Apapun yang terjadi saya harus tetap menulis. Karena saya percaya dengan menulis, jejak rekam pikiran saya bisa ditelusuri dan dikoreksi. Baik, kali ini saya akan menuangkan apa yang ada dalam pikiran yaitu tentang filosofi air.

Siapakah yang bisa hidup tanpa air? Air adalah sumber kehidupan di bumi ini. Planet ini bisa dihuni oleh berbagai makhluk hidup karena memiliki air. Disamping keberadaannya yang begitu besar manfaatnya, air memiliki filosofi makna yang patut direnungkan. Setidaknya ada lima pelajaran hidup yang dapat dipetik dari wujud air yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, wujud air adalah cair. Ia bisa menetap di tempat apa saja, baik ukurannya besar atau kecil. Seperti berada di lautan atau di selokan. Artinya seseorang harus mampu hidup di lingkungan yang besar ataupun kecil, kaya atau miskin, lapang atau sempit dan seterusnya.

Kedua, air tak bisa berada di suatu wadah yang bolong alias bocor. Pengertian yang bisa diambil adalah seseorang harus keluar atau lari dari lingkungan yang penuh dengan kemaksiatan dan kezaliman karena lingkungan memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kepribadian.

Ketiga, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi. Sebagaimana air, dalam urusan dunia, seseorang seyogyanya melihat kondisi orang lain yang lebih rendah darinya sehingga rasa syukur tumbuh subur dalam dirinya.

Keempat, air akan rusak dan  menjadi sarang berkembang biaknya penyakit jika tak mengalir sebagaimana mestinya. Makna ini adalah dalam menjalani hidup ini kita harus bergerak menuju tempat yang telah menjadi tujuan kita. Tak stagnan. Bergerak untuk maju, mandiri, dan produktif.

Kelima, air akan memberikan manfaat atau bencana sesuai perlakuan yang ia terima. Sudah sepatnya dalam pergaulan sehari-hari kita harus menebarkan manfaat pada orang lain terutama kepada mereka yang telah berbuat baik pada kita. Pun terhadap orang yang berbuat buruk kepada kita, jangan balas keburukan mereka dengan keburukan, tapi balaslah dengan kebaikan. Namun jika  kebaikan-kebaikan kita sia-sia dimata mereka, maka berilah peringatan terhadap mereka secara bertahap sampai tahapan yang paling disebut bencana.

Demikianlah sudut pandang saya pribadi tentang air. Setiap orang pasti punya sudut pandang dan interpretasi yang berbeda-beda dalam memaknai sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar