Kamis, 24 November 2016

Penyanyi Dadakan

Saya rasakan aktivitas menulis  tidak hanya membutuhkan konsistensi tinggi tetapi support dari orang lain juga mutlak diharapkan. Oleh karena itu, saya pribadi bersyukur berada dalam group Odop Batch 3 ini. Adanya group ini selalu memotivasi saya untuk senantiasa menulis, menulis, dan menulis.
Pada tulisan kali ini saya ingin menuliskan pengalaman unik yang pernah saya alami saat mengikuti program  Praktek Kerja Lapangan Integratif di Thailand dua tahun silam tepatnya Kamis, 15 Januari 2014. Cekidot.......

Hari itu tengah berlangsung  sesi pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai jenis perlombaan yang telah digelar oleh panitia yang terdiri dari para guru dan Osis Muhammadiah School. Kami pun turut terlibat dalam memeriahkan rangkaian acara yang ditutup dengan pembacaan maulid barzanji tersebut. Saya, Faizal (mahasiswa  UIN Malang), Muslimin dan Firman (mahasiswa IAIN Padangsidimpuan) diminta untuk tampil diatas panggung untuk menampilkan sebuah nasyid (baca; lagu) asli indonesia. 

Memang mayoritas pelajar disini sangat suka menyanyikan lagu indonesia. Mereka mayoritas nge-fans dengan band Wali, Tegar, dan Papinka. Atas dasar itulah kami memilih lagu dari band-band tersebut. Kami menyanyikan 3 buah lagu yang berjudul tobat maksiat (wali band), aku yang dulu (Tegar), dan Insya Allah (maher Zain). walaupun persiapan yang sangat singkat tak menyurutkan semangat kami untuk menerima request tersebut. 

Hanya dengan modal nekat dan bismillah kami berani menerima permintaan itu walaupun diantara kami berempat tak satupun yang punya background penyanyi, namun ada satu yang memiliki kemampuan qiroah yang kami jadikan vokalis utama.

Diluar dugaan penampilan kami mengundang decak kagum dan tepuk tangan para siswa, para guru dan tamu undangan pun membuncah. Apalagi kami tampil all out dan sedikit kocak dengan beberapa gerakan yang membuat penonton terhibur. Penampilan kami dilaksanakan disela-sela pembagian hadiah yang sangat banyak yang memakan waktu sekitar 1,5 jam dikarenakan lomba yang diumumkan ada 22 jenis perlombaan.

Syukurlah penampilan yang kami hadirkan dapat menghibur para undangan. Kami dapat merasakan kebahagiaan dalam acara yang diadakan satu tahun sekali itu. Bagi kami momen itu merupakan momen yang sangat pas untuk mengenalkan diri sebelum aktivitas belajar-mengajar dimulai. Ya, itu adalah kegiatan yang pertama kali kami lakukan. Itulah sekelumit cerita dari Negeri Gajah Putih. Semoga dapat menambah wawasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar