Dunia politik itu penuh misteri. Ya, setidaknya itu yang bisa saya simpuljan dari diskusi ringan dengan para senior di kampus yang saat ini sedang berkiprah di dunia perpolitikan ibu kota.
Kondisi perpolitikan saat ini memang sedang bergejolak seperti aksi damai lanjutan yang akan dilaksanakan 2 Desember nanti. Posisi pemerintah memang agak dilema. Mengambil repreaif akan kena, sebaliknya juga kena.
Kita yang awam akan politik tak selayaknya men-judge terhadap organisasi tertentu karena kita tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi didalamnya. Kita dan masyarakat umum hanya faham permukaannya saja.
Dunia.politik pasti tak terlepas dari kepentingan kelompok. Sepertinya jika kita mendengar kepentingan kelompok, bayangan kita mengarah pada kolusi dan nepotisme. Dikatakan tak selamanya hal tersebut mengarah atau berorientasi pada KKN. Selama kepentingan kelompok atau golongan tersebut juga demi kepentingan masyarakat luas maka sah-sah saja.
Dari sini saya belajar memahami politik dengan konteks yang terjadi saat ini. Padahal fokus studi saya pada bidang pendidikan. Agak gak nyambung ya. Saya anggap ini sebagai ilmu dan wawasan kenegaraan. (harapnya seperti itu)
Sepertinya memang berat kalau bahas politik. Ketika membahasnya saja agak bingung apalagi ketika menghadapinya. Saya tidak bisa membayangkan. Maka perjuangan para pendiri bamgsa ini begitu luar biasa dalam menyatukan ribuan pulau di negeri tercinta ini.
So, ungkapan "don't judge a book from the cover" itu memang benar. Melihat cover itu terlalu dini jika terburu-buru menyimpulkan. Ingat masih ada kata pengantar, bab-sub bab, isi, dan lain sebagainya.
Saya kira cukup pembahasan ini. Agak njlimet ya. Maafkan.
Mungkin teman-teman akan berpikir kenapa typo sangat sedikit dalam tulisan ini. Karena saya nulis di HP, dan di HP sudah otomatis dalam memilih kata yang benar ejaannya. Hehe.
#TantanganODOP
#TanpaEdit
#Batch3
#harussemangat
#intinyanulisdulu
#TanpaEdit
#Batch3
#harussemangat
#intinyanulisdulu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar