Di dunia perbankan kata “Investasi” sudah tidak asing lagi di telinga kita. Istilah ini memiliki ruh penting dalam sendi-sendi dunia perbankan. Namun pernahkah terpikirkan bahwa doa merupakan investasi luar biasa yang tak terhitung digitnya.
Doa merupakan suatu harapan, permohonan, atau bahasa akademiknya adalah proposal yang diajukan oleh seorang hamba kepada sang Maha Agung. Doa adalah bukti penghambaan makhluk kepada sang Khalik yang telah menciptakannya dengan sebaik-baik bentuk.
Hasil investasi doa tidak hanya akan kita petik di negeri akhirat saja, bahkan kita bisa memetiknya di dunia yang tak pernah bisa kekal ini. Contoh sederhananya kita sering menjumpai betapa banyak orang berusaha dengan keras tanpa berdoa untuk mendapatkan sesuatu yang diidam-idamkannya, namun tak secuilpun diraih olehnya.
Di lain sisi betapa banyak orang yang berusaha atau bekerja secara sederhana namun disertai spirit doa dalam setiap usahanya sehingga semua yang dihajatkan bisa tercapai. Itu merupakan pertanda bahwa manusia tak memiliki daya apapun dalam hidup ini, semua terjadi atas kehendak-Nya.
Adagium mengatakan “berusaha tanpa berdoa itu sombong dan berdoa tanpa berusaha itu bohong”. Pernyataan tersebut merupakan pukulan telak bagi orang-orang yang enggan atau lalai untuk menengadahkan tangan kepada Sang Mahakuasa.
Secara impilisit, apapun yang dikerjakan oleh seorang hamba, apakah itu bekerja, belajar, berkarya dan lain sebagainya tanpa berdoa, berarti ia telah menafikan eksistensi Tuhan sebagai pengatur kehidupan ini. Bukankah Allah rab al-izzati telah memerintahkan manusia untuk senantiasa berdoa kepada-Nya dan Dia siap mengabulkannya.
Namun terkadang manusia merasa doa-doa yang selalu dipanjatkannya tak pernah diijabahi, sehingga membuat gundah gulana dan mengeluh. Percayalah bahwa Dia pasti mendengar setiap untaian doa yang kita panjatkan serta Dia maha mengetahui kapan doa itu diijabahi.
Oleh karena itu setiap doa yang dipanjatkan tidak selalu dikabulkan dengan segera, karena Dia maha mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengabulkannya sehingga manusia bisa mengambil manfaat besar dari apa-apa yang telah diidam-idamkannya. Kalau lah untaian doa kita tak terwujud didunia, percayalah kompensasi doa tersebut telah tercatat sebagai pahala yang akan kita terima secara tunai di akhirat kelak. Amin.

Se7 skali bang....ada saatny Allah kabulkan doa kita dwktu yg tepat.. Demi kbaikan kita..
BalasHapusTerima kasih, artikelny mnarik skali