"Ingat nak sekolah itu penting, ibu masih kuat membiayai" nasihat Bu Siska pada Joni. "aku mau tetap sekolah asalkan dibelikan motor matic baru, aku malu Bu pake motor butut itu, titik"sergahnya. Dengan menahan nafas dalam, perempuan berkulit sawo matang itu mengiyakan permintaan anaknya.
Bukan tanpa alasan Bu siska mau membelikan matic. Hampir setiap hari si Joni mengeluh dan merengek pada ibunya agar dibelikan motor baru. Siswa yang baru duduk di kelas 1 SMA ini sudah tak sanggup menahan malu memakai motor tahun 90 an. Setiap hari dia diejek oleh teman-teman sekolahnya. Suara motornya jadi bahan ejekan terpedas saat motornya berjalan. Joni tak mampu mengelak ejekan itu. Maklum sekolahnya adalah SMA favorit. Mayoritas yang belajar dari kalangan menengah ke atas.
Kardi sang ayah yang bekerja sebagai pedagang sayur juga mengendarai motor yang tak kalah butut dengan motor Joni. Demi mewujudkan impian anaknya, dengan sangat terpaksa kedua motor butut tersebut dijadikan satu alias dijual. Namun hasil dari penjualan itu juga belum cukup. TV pun dilirik untuk menutupi kekurangan tersebut.
Akhirnya motor bisa dibeli dengan segenap jerih payah demi si siswa manja. Tak ayal banyak tetangga yang mencibir si Joni. Namun setiap kali Bu Siska mendengar ucapan tentang si Joni, ucapan bijaknya selalu membungkap mulut tetangganya.
Pak Kardi terpaksa harus mengayuh sepeda untuk berjualan sayuran ke pasar. Jarak belasan kilometer harus ditempuhnya setiap hari. Dan setiap rasa letih dan pegal melanda, ayah dua anak tersebut selalu berharap semoga kelak pengorbanannya tak berakhir sia-sia.
Di suatu siang yang terik, dengan nafas terengah-engah Joni menghampiri ibunya. "Ada apa Jon? Apa sebenarnya yang terjadi? Kamu tidak apa-apa nak?cepat cerita sama ibu". Tanya Bu Siska terheran-heran.
"Alhamdulillah Bu, barusan saya selamat dari Begal" jelas Joni singkat. Seketika itu ibunya langsung bersujud syukur dan menengadahkan tangan seraya mengucapkan rasa syukur. Ibu rumah tangga itu tak henti-hentinya mengucap ungkapan syukur.
Aksi begal memang kerap terjadi khususnya di jalan menuju ke sekolahnya. Bulan lalu ada siswa yang dibegal dan terkena bacokan dibahunya akibat melawan upaya perampasan motor miliknya. Untunglah siswa tersebut ditolong oleh pengendara lain yang sedang melintas.
Sejak saat itu Joni sadar bahwa hampir saja dia celaka dan kehilangan motor hasil keringat orang tuanya akibat tak menggubris saran ibunya agar jangan membawa matic ke sekolah. Akhirnya Joni mau memakai sepeda kayuh ayahnya. Dia ingin turut merasakan letihnya mengayuh sebuah sepeda seperti yang selama ini ayahnya lakukan untuknya. Joni heran pada dirinya kenapa dia harus malu hanya karena mengendarai sebuah motor tua.
#OneDayOnePost
#23thDay
#Batch3
#NoDayWithoutWriting
Alhamdulillah si joni sadar. Semoga kelak bisa membahagiakan orgtuanya ya joni. Tulisan bagus mas hasan. Bhn ibroh agar kita bs selalu bersyukur dg apa yang kita punya.
BalasHapusIya mba widia, semoga kita selalu mensyukuri jutaan anugerah-Nya
BalasHapus