Selasa, 11 Oktober 2016

Belajar dari "Menunggu"

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan. Siapapun akan enggan menunggu jika memang itu bukan sebuah keharusan. Hampir semua orang menghindari pekerjaan atau aktifitas yang didalamnya ada kata menunggu. Bahkan "menunggu" seakan telah menjadi momok bagi sebagian masyarakat modern apalagi bagi kalangan super sibuk yang menuntut semuanya harus serba cepat. Barangkali dengan munculnya teknologi yang semakin canggih diharapkan bisa meminimalisir pekerjaan ini. Misalnya dalam hal menabung, beberapa dekade silam kita harus menunggu untuk menyetorkan uang untuk ditabung yang pastinya harus menunggu antrean, namun sekarang cukup dengan menyetor di ATM sama halnya dengan menarik uang tunai tanpa harus mengantre terlalu lama.

Namun kalau mau berpikir secara mendalam, menunggu mengandung empat pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, menunggu mengajarkan kita arti sebuah kesabaran. Dengan menunggu sesuatu dengan baik, secara otomatis telah bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain. Misalnya ketika mengantre, jika kita tak sabar menunggu dalam antrean, bisa jadi kita akan mendorong orang lain atau meminta bantuan pada calo atau melakukan pekerjaan tak terpuji lainnya. Kedua, menunggu melatih kita agar disiplin waktu. Misalnya ketika berbuka puasa, kita selalu disiplin tepat waktu untuk berbuka, kita sangat dilarang berbuka sebelum adzan benar-benar dikumandangkan. Ketiga, Menunggu dapat membuat seseorang menjadi kreatif jika mau merenunginya. Misalnya saat menunggu pemateri seminar yang terlambat datang dan kita menjadi organizernya, dengan terjadinya hal-hal tak terduga seperti itu tentu kita dituntut harus sekreatif mungkin untuk membuat para peserta nyaman menunggu pemateri misalnya memberikan ice breaking. Keempat, menunggu dapat mengajarkan kita untuk selalu optimis atau berbaik sangka. Misalnya ketika menunggu teman yang datang terlambat dan tak bisa dihubungi, padahal kita telah menunggu lama dan bahkan telah mengorbankan pekerjaan lain demi peetemuan itu. Jika kita tak mau berprasangka baik dan tak mau menunggunya lalu pergi, padahal dia tetap datang tapi terlambat tentu kita tak akan bertemu dan bahkan ada rasa saling kecewa dan curiga.

Itulah sedikit pelajaran yang bisa diambil dari "menunggu", apalagi yang ditunggu tersebut sesuatu atau orang yang baik. Marilah bijak menyikapi pekerjaan yang menuntut kita harus menunggu. Jangan sampai kita tak mampu mengendalikan diri gara-gara tak sabar menunggu. Bukankah seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu yang indah harus sabar menunggu didalam kepompong sebelum datang waktu diperbolehkan merusak kulit kepompong untuk bisa terbang menebar pesona keelokan sayapnya. Orang pernah berkata "Lebih baik kita yang menunggu sesuatu yang baik dari pada sesuatu yang baik yang menunggu kita.
#OneDayOnePost
Hari ke-7

3 komentar:

  1. Menunggu dengan penuh keyakinan. ^_^

    BalasHapus
  2. menunggu mengajarkan kita sabar. baca ayat kursi yg banyak. tapi kalo nunggu orang yang suka ngaret tetap baca surat dan lempar kursinya

    BalasHapus