Kehidupan dunia bagaikan orang yang menyeberangi suatu jalan yang dipenuhi lalu lalang kendaraan. Agar berhasil selamat sampai tujuan, perlu menoleh ke kanan dan kiri, tak hanya melulu ke arah depan.
Memperhatikan area sekitar mutlak dilakukan, Namun jauh lebih penting juga memandangi area terjauh apakah kondisi jalanan lengang sehingga siap dilewati ataukah sedang ramai dengan lalu lalang kendaraan sehingga perlu ekstra hati-hati saat menyebranginya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang hanya sebentar saja.
Maka celakalah Jika pandangan matahari hanya menfokuskan pada jarak beberapa meter saja karena akan rawan tertabrak kendaraan. Pun sebaliknya, jika hanya memperhatikan area terjauh saja, maka akan mudah sekali terperosok atau tersandung.
Demikian juga dalam menjalani hidup. Perlu kewaspadaan tingkat tinggi dan tanggung jawab besar dalam menjalani hidup. Karena jika tidak, maka bisikan iblis siap menghantam keimanan.
Jika hanya fokus pada area terdekat saja, artinya sibuk dengan urusan duniawi saja, mengabaikan hal-hal terjauh yaitu perkara akhirat, maka hanya akan mencicipi kebahagiaan dunia yang sementara dan akan merasakan pedihnya adzab neraka yang kekal selamanya.
Namun jika hanya menyibukkan diri dengan urusan ukhrawi saja, melupakan tanggung jawab didunia, maka nasib keluarga dan orang-orang yang ditanggungnya akan terlantar, hingga akhirnya akan mengantarkannya pula pada kehinaan.
Pun kita hidup didunia ini hanya sebentar saja bak saat kita menyeberangi suatu jalan. Kita tak akan berlama-lama dalam menyeberang, karena tujuan kita bukan disitu.
#OneDayOnePost
#13thDay
#Batch3
#Analogi
bethul bingit
BalasHapusTak akan lama di dunia...hal itu yg sering kita lupakan
BalasHapus