"Sial, lagi-lagi aku ditolak" gumam Sikun. Dia sudah berulang kali masuk-keluar kantor untuk melamar sebuah pekerjaan namun selalu gagal. Padahal dia yakin akan diterima diperusahaan itu.
Setelah merenung berjam-jam apakah gerangan yang telah membuatnya ditolak mentah-mentah, sikun ingat jika yang mengujinya adalah Paimo, kawan saat SMP. "seharusnya saya diterima, dia kan kawanku".
Akhirnya Sikun ingat jika kawannya itu sering dia bully. Pernah suatu ketika Sikun mendorongnya ke kubangan COMBERAN yang berada tak jauh dari area sekolah. Sikun kesal, pacarnya menaruh hati pada Paimo. Akibat ulahnya itu, Sikun harus menerima hukuman dijemur dibawah terik MATAHARI saat jam istirahat.
Dia bertekad mendatangi kawannya itu. "Sampai kapanpun aku gak bakalan diterima ditempat itu kecuali aku minta maaf pada Paimo" pikirnya. Untaian kata-kata manis sudah dirangkainya untuk meluluhkan hati kawannya. Tak lupa dia membawa buah-buahan agar permintaan maafnya berjalan mulus.
Bagai api jauh dari panggang, ungkapan maafnya dibalas dengan kata-kata kasar oleh kawannya. "akhirnya kau sadar, pecundang, kenapa kau ditolak kerja disini, pernahkah kau berpikir gimana rasanya dibully" jelas paimo dengan muka penuh kebencian. "aku masih inget, kau pernah mendorongku ke comberan, sejak kejadian itu aku dijuluki manusia comberan, sekarang saatnya kau yang akan menyandang gelar itu, bodoh". Sikun diam seribu bahasa. Dia bingung harus berkata apa. Keringat dingin bercucuran membasahi pelipisnya.
"kamu tahu ayahku ketua asosiasi pengusaha dinegeri ini, aku akan pastikan kamu gak bakalan diterima diperusahaan manapun". Sambung paimo. Sikun bingung bukan kepalang mendengar kata-kata itu. Dia seolah digigit seribu KALAJENGKING disekujur tubuhnya. Dengan suara terbatah-batah sikun menanggapi "ba...ba... Baiklah kawan, kau berhak tak memaafkanku, aku pantas menerima ini, semoga bisnismu semakin maju, saya permisi".
Sikun pun langsung pulang ke rumahnya. Dia GALAU tingkat dewa. Dia tak habis pikir kawannya akan tega berbuat seperti itu. "tok...tok...tok... Assalamualaikum" suara itu membuyarkan lamunannya. Sikun tahu betul suara itu. Setelah pintu dibuka, Paimo berdiri dihadapannya. Kawannya itu langsung menjabat tangannya seraya mengucapkan "selamat kawan kau diterima di perusahaan kami". Sikun semakin bingung dengan ucapan kawan yang telah merendahkan harga dirinya itu. Akhirnya Sikun bisa mengerti setelah dijelaskan panjang lebar bahwa itu adalah bagian dari tes perekrutan pegawai baru. Sikun sadar bila kawannya itu tak menaruh dendamnya padanya.
#OneDayOnePost
#TantanganOdop
#14thDay
#Batch
Bagus ceritanya. Nilai moralnya juga dapat.
BalasHapusTerima kasih kunjungan dan komentarnya. Saya jarang banget nulis fiksi... Hehe
Hapuskisah sederhana, tapi PESANnya tidak sederhana. kereen cara menulisnya.
BalasHapus