Senin, 03 Oktober 2016

Simple Tapi Penuh Makna


Dewasa ini mengunggah foto selfie dengan membawa kertas yang bertuliskan kalimat motivasi, pesan, dan lain sebagainya sedang booming di kalangan muda-mudi yang sedang mengunjungi spot-spot bagus seperti tepi pantai, puncak gunung, gedung tertinggi, museum dan area-area unik lainnya. Saya pun sering dapat kiriman foto seperti itu dari kawan-kawan yang sedang traveling. Kali ini saya dapat capture foto kertas  yang dibuat oleh kawan yang sedang mengikuti seminar bertema kesehatan di Seoul Korea Selatan. Dia memiliki nama Risa Ramadhiani, seorang dokter di bidang kardiovaskular dan dalam waktu dekat ini akan melanjutkan studi doktoralnya di negeri matahari terbit, Jepang.  Di event internasional tersebut dia meraih penghargaan medali perak.

Di sela-sela kesibukannya mengikuti seminar, dia mengunjungi salah satu bangunan bersejarah "Gyeongbokgung Palace"  di kota Seoul dan mengcapture selembar kertas di depan bangunan tersebut yang bertuliskan "Dear Hasan, Jangan lupa bahagia, dari seoul south korea".
Sungguh suatu kehormatan tersendiri nama saya ditulis di negara yang terkenal dengan sebutan negeri ginseng dan macan asia itu walaupun hanya ditulis oleh teman saya sendiri.

Ada hal menarik yang membuat saya terpukau dengan pesan itu, selain karena dia menulisnya didepan bangunan bersejarah, juga karena bagi saya kata-kata itu mengandung arti  yang dalam dan penuh makna yang sangat menarik untuk digali. Kata itu adalah bahagia, kata ini memiliki arti yang begitu luas. Bahagia bisa diartikan dengan perasaan senang dengan keadaan yang dihadapi. Siapapun bisa bahagia karena memang bahagia tak mengenal latar belakang seseorang. Namun sebagian orang berasumsi bahwa kebahagiaan hanya dirasakan oleh mereka yang ber-uang. Persepsi ini perlu diluruskan agar semua orang bisa merasakan kebahagiaan terhadap apa saja yang dimiliki, dirasakan, dan dihadapi. Jika dipahami secara mendalam, bahagia merupakan akumulasi dari berbagai sifat positif seperti bersyukur, sabar, ikhlas, qana'ah, semangat, dan lain sebagainya.

Mengapa pesan singkat "Jangan Lupa Bahagia" ini begitu luar biasa walaupun sangat sederhana karena justru dengan kesederhanaannya tersebut mudah diingat dan dapat tersimpan lama di alam bawah sadar yang pada akhirnya akan memotivasi diri. Terkadang atau bahkan sering kita  lupa untuk bahagia atas nikmat yang telah kita terima yang jumlah tak terhitung seperti.udara segar yang kita hirup tanpa alat bantu kesehatan, selamat dalam perjalanan, tidur yang nyenyak, merasakan lezatnya makanan, dan masih banyak lagi nikmat-nikmat lainnya. Maka sudah jelaslah alasan mengapa Allah mengingatkan kita agar merenungkan setiap nikmat. Allah menyampaikannya  secara berulang-ulang sebanyak 31 kali dengan firmannya yang suci dalam Al-Qur'an yang artinya "Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan".

Salah satu solusi terbaik untuk mensyukuri nikmat tersebut adalah dengan bahagia dalam menjalani kehidupan ini. Dengan bahagia, segala rutinitas dan kepenatan terasa ringan karena dihadapinya dengan  penuh semangat dan senyuman sebagai implementasi dari rasa bahagia yang tertanam dalam diri. Maka sungguh mengasyikkan jikalau kita senantiasa  menanamkan prinsip dalam diri dengan  "Bahagialah maka kamu akan sukses, karena bukan kesuksesan yang mengantarkan kita pada kebahagiaan".

2 komentar:

  1. saya tidak tahu mau komentar apa.
    sebab saya baru mulai belajar menulis.

    yang pasti tulisan mas hasan sudah rapi tersusun dengan ejaan EYD.

    semangat terus mas selagi banyak waktu luang.

    BalasHapus
  2. Keren mas Hasan.
    Sudah kyk penulis profesional.
    Jaga trs semangat ini.

    BalasHapus